Sabtu, 01 Juli 2017

(Renung) Setelah Hiruk Pikuk






Seperti lautan yang tidak membenci ombak merentas asa
Bayi yang lena di dada sang bunda
Kain goni pembungkus beras telah lusuh menimbang massa
Seorang pelukis muda tercenung di tepi jendela
Menatap jalan sunyi tanpa ekspresif

Burung wallet yang memekakkan telinga
Ruang segiempat yang tentram tanpa debu
Gunung Rinjani masih misteri dari masa ke masa
Mencari langkah perentas yang membawa nasib

Parang hilang
Di bawah meja kayu tua di sudut dapur
Marjono merintih kena daun ilalang
Di ufuk senja, padi-padi hampir menguning menunggu waktu

Waktu itu mama bilang, pulanglah
Mama dan sahabat menunggu
Ketika senja baru berlalu seperempat jam
dusun tua ini sunyi
tak bergeming

Ya, mama...
Sunyi ini yang kucari
Sepi ini yang kadang kurindui
Manusia banyak mendusta mama
Manusia banyak mengkhianat mama

Ya, mama...
Dusun tua ini tempat kita
Jangan pongah pada mulut penjilat
Jangan lengah pada belati di sudut loteng rumah kita

Masih ada tempat
Masih ada sahabat
Masih ada saudara

Bukan dia,
Bukan mereka
Cukup kita, dan mereka yang sungguh setia...

Juli, 2017